Pemograman Lanjut 1

 1. Apakah perbedaan antara option menu dan context menu?

· Option menu : ini sama halnya seperti layout, hanya saja options menu disisipkan dengan layout utama aplikasi. Jadinya pada satu tampilan activity, terdapat 2 buah layout yaitu layout utama yang dimiliki oleh activity dan layout options menu. Biasanya folder untuk menempatkan layout option menu dibuat terpisah dari folder layout activity.

· Context menu : ini hampir sama dengan options menu, context menu juga memerlukan sebuah layout terpisah untuk menampilkan menu-menu yang sudah disisipkan di dalamnya. Context Menu ternyata tidak mendukung pemakaian icon. Hal itu ternyata bisa di-akali dengan menggabungkannya dengan sebuah listview yang sudah diberikan custom icon. Jadi ketika salah satu pilihan yang terdapat di listview di sentuh agak lama, akan muncul pilihan menu dalam bentuk context menu. Context menu ini tampilannya hamper mirip dengan Spinner.

2. Jelaskan pertimbangan apa yang kita gunakan untuk menentukan apakah dalam suatu aplikasi menggunakan option menu atau context menu!

Kalau aplikasi yang akan dibuat tidak membutuhkan item shorcut dan icon, bisa menggunakanan context menu, karena context menu tidak mendukung shorcut dan icon.

Tapi apabila aplikasi yang akan dibuat membutuhkan item shortcut dan icon, gunakan option menu, karena option menu mendukung shorcut dan icon

3. Apakah yang dimaksud dengan Intent?

Intent : Suatu objek yang terdapat dalam suatu activity dimana dengan objek tersebut bisa melakukan komunikasi dengan activity yang lain, baik activity yang sudah terdapat pada fungsi internal android (Browser, kamera, dll) ataupun memanggil activity yang lain, baik dalam satu package ataupun beda package dalam satu project.

4. Apa perbedaan antara explisit intent dan implisit intent?

· Explisit intent : intent yang memanggil fungsi activity yang sudah ada di fungsi internal android seperti Dial Number, Open Browser dan lainya.

· Implisit intent : intent yang memanggil fungsi yang sudah ada pada fungsi internal android, seperti Browser, kamera, dll.

5. Apa yang dimaksud dengan BUNDLE di pembahasan Intent?

Menyimpan informasi dari yang akan di kirim bolak-balik antara Activity Object melalui Intent Object.

Manajemen Sistem Informasi 2

 SISTEM  INFORMASI RUMAH SAKIT

 

Pola manajemen yang diterapkan di dalam rumah sakit juga sangat variatif. Oleh karena itu,sistem informasi yang akan digunakan juga di sesuaikan dengan kebutuhan manajemen. Sebagai contoh adalah berikut:

1. Sistem informasi rawat inap untuk membantu departemen rawat inap

2. Sistem informasi rawat jalan untuk membantu departemen rawat jalan

3. Sistem informasi rekam medis untuk membantu departemen rekam medis

4. Sistem informasi personalia untuk membantu departemen personalia

5. Sistem informasi keuangan untuk membantu departemen keuangan

6. Sistem informasi penunjang medis untuk departemen penunjang medis

7. Sistem informasi inventarisuntuk membantu departemen inventaris

8. Sistem informasi eksekutif untuk membantu pimpinan

Rumah sakit sebagai organisasi mempunyai ciri khasnya sendiri.

Dalam bidang sistem informasi,salah satu ciri khas rumah sakit adalah transaksi data yang sangat tinggi dari hari ke hari. Sumber transaksi ini antara lain instalasi rawat jalan,instalansi rawat inap,farmasi,laboratorium dan lain sebagainya.   

            Dengan demikian,rumah sakit sebenarnya adalah suatu organisasi yang kompleks sehingga sistem informasi yang dibangun juga cukup rumit. Menurut Jonathan S.R, sistem informasi rumah sakit pada sasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok subsistem yang besar,yaitu subsistem informasi medis subsistem informasi administrasi dan keuangan.

 

1 Subsistem Informasi Medis

         

Subsistem informasi medis ialah bagian yang menangani masalah terkait medis ,klinis dan pelayanan perawatan pasien. Subsistem ini terbagi ke dalam beberapa sub-subsistem yaitu:

 

A. Sub-subsistem Medis dan Pelayanan Perawatan

     Terdiri atas modul:

1. Modul pencatatan pasien rawat inap

2. Modul pencatatan pasien rawat jalan

3. Modul index pasien/diagnosa

4. Modul distributive charge entry

5. Modul order/entry communication

6. Modul pelaporan hasil kegiatan

7. Modul medical record

8. Modul penjadwalan pasien

9. Modul pelayanan perawatan

     Tentu saja variasi organisasi dari rumah sakit yang satu berbeda dengan rumah sakit yang lain. Namun,pada dasarnya unit kerja yang ada pada bidang pelayanan medis adalah seperti pada diagram. Rawat Inap adalah unit rawat inap. Poli adalah unit poliklinik atau unit rawat jalan. Bedah adalah unit kamar bedah. UPI adalah unit perawatan intensif,sementara IRD adalah unit rawat darurat.

 

B. Sub-subsistem penunjang medis

 

     Terdiri atas modul-modul sebagai berikut:

1. Modul Farmasi Rumah Sakit

2. Modul Laboratorium

3. Modul Perpetual Inventory

4. Modul Respiratory Therapy

5. Modul Therapy

6. Modul Radiology

7. Modul Instalasi Gizi

8. Modul Instalasi Gawat Darurat

 

     Diagram di atas menunjukkan unit kerja di lingkungan bidang penunjang medis. Gizi adalah unit gizi. Rekam Medis adalah unit rekam medis. Rehab Medis adalah unit rehabilitasi medis. Radiologi adalah unit radiologi. Laborat adalah unit laboratorium. Farmasi adalah unit farmasi.

 

2 Subsistem Administrasi dan Keuangan

 

         Subsistem ini terdiri atas tiga bagian, yaitu pembayaran pasien (billing system),akuntansi rumah sakit,dan penganggaran. Ketiga bagian tersebut memiliki modul-modul yang berbeda. Modul-modul tersebut bisa dilihat pada Tabel 1

Tabel 1. Modul yang menyusun bagian-bagian dalam subsistem administrasi dan keuangan

 

Pembayaran Pasien

Akuntasi Rumah Sakit

Penganggaran

Modul Pembayaran Pasien Rawat Inap

Modul Pembayaran Pasien Rawat Jalan

Modul Pembayaran Pasien Instalasi Penunjang

Modul Piutang

Modul Pendapatan Rumah Sakit

Modul Pengeluaran Rumah Sakit

Modul Kepegawaian dan Penggajian Pegawai

Modul Aktiva Tetap dan Inventori

Modul General Ledger

Modul Analisis Keuangan

Modul Perencanaan Keuangan

Modul Penganggaran

 

Antara rumah sakit yang satu dengan yang lain dapat saja memiliki unit kerja yang berbeda. Unit kerja seperti pada diagram di atas adalah salah satu organisasi unit kerja di bidang administrasi umum dan keuangan yang dapat dilakukan. Diagram lengkap sistem informasi rumah sakit,dikaitkan dengan pihak-pihak yang berhubungan,adalah seperti diagram di bawah ini:

 

         Unit khusus dapat berupa misalnya unit Community Development,atau unit Home care patient dan lain sebagainya. Adapun pihak luar terdiri atas berbagai macam,antara lain pemasok barang-barang kebutuhan rumah sakit,pemerintah,bank,rumah sakit lain dan sebagainya.

 

 

3. Pengembangan SIM Jangka Panjang dan Jangka Pendek

 

         Agar efektivitas panggunaan sistem informasi bagus maka perlu disusun rencana pengembangan SIM jangka panjang dan jangka pendek. Jangka panjang bertujuan manetapkan arah jangka panjang yang ingin dicapai, sedangkan jangka pendek bertujuan menetapkan target jangka pendek penggunaan SIM.

 

A.Sasaran SIM Jangka Panjang bagi Rumah Sakit

  1. Manajemen tingkat atas

 

      Untuk manajemen tingkat atas, SIM harus dapat mambantu:

a. Perencanaan aliansi-aliansi strategis strategis rumah sakit dengan organisasi laen dengan prinsip saling menguntungkan,misalnya pengembangan Executive Medical Centre,yaitu unit rumah sakit yang dikhususkan untuk melayani para eksekutif. SIM harus dapat membantu menyediakan informasi sebagai bahan pertimbangan direksi untuk memilih siapakah yang pantas dijadikan partner berkembang bersama.

b. Menunjang kebijakan umum bersifat jangka panjang dari Pengurus Unit Kerja RS,yaitu pengembangan Unit Bisnis Strategis yang sudah ditetapkan untuk menjadi unggulan RS,misalnya Trauma Centre,Stroke Centre,dan Internal Centre.

c. Pengembangan baik organisasi maupun peralatan yang bersifat strategis,misalnya untuk memperkirakan studi kelayakan peralatan yang berharga mahal seperti pembelian MRI (Magnetic Resonance Imagine).

d. Perencanaan produk baru rumah sakit,misalnya pembukaan klinik-klinik baru,ataupun sistem pelayanan yang baru (misalnya dengan mengembangkan sistem asuransi kesehatan bekerjasama dengan instansi lain).

e. Perencanaan membuka cabang/satelit rumah sakit baik yang mandiri maupun yang bergabung dengan suatu komplek pertokoan.

f. Perencanaan persiapan SDM manajemen jangka panjang.

 

  2. Manajemen tingkat menengah

      Untuk manajemen tingkat menengah,SIM harus dapat membantu antara lain:

a. yang sudah ditetapkan dapat tercapai. Pengendalian manajemen, yaitu agar rencana kerja tahunan yang sudah disusun dapat dipantau dengan prestasi yang dicapai dari waktu ke waktu,misalnya perencanaan jumlah pasien rawat jalan,pasien rawat inap,pasien operasi,penjualan obatdan lain-lain. Termasuk di dalamnya adalah pemantauan pengembangan unit bisnis strategis yang sudah ditetapkan,yaitu Trauma Centre, Stroke Centre, dan Internal Centre. Dengan demikian,apabila ada suatu target kerjayang tak tercapai maka informasi tentang hal tersebut dapat dipantau secara bulanan atau mingguan bahkan,apabila diperlukan,secara harian

b. Pengendalian anggaran, yaitu pemantauan anggaran dan realisasi,meneliti kuantitas dan kualitas selisih antara anggaran dan realisasi yang ada,mencari penyebabnya dan menemukan cara-cara mengatasinya. Dengan demikian,rencana tahunan

 

  3. Manajemen tingkat bawah

      Untuk manajemen tingkat bawah,sasaran jangka panjangnya adalah administrasi yang tertib,akurat dan dapat diandalkan. Dengan demikian,kebocoran-kebocoran yang terjadi dapat semakin dikurangi dan bahkan dihilangkan. Begitu pula potensi-potensi sumber daya yang akan dapat ditingkatkan optimalitas penggunaannya. Hal-hal yang dikerjakan antara lain:

a. Ketertiban administrasi pasien,baik informasi medis,informasi sosial maupun informasi keuangan.

b. Ketertiban pengelola sumbe daya rumah sakit. Salah satu sasaran pokok yang penting adalah ketertiban pengelolaan piutang pasien rumah sakit dan ketertiban pengelolaan inventaris rumah sakit.

c. Kelancaran dan ketertiban administrasi keuangan secara menyeluruh.

 

 

 

B. Sasaran Jangka Pendek bagi Rumah Sakit

 

Dalam jangka pendek,priorutas pengembangan SIM sebaiknya diarahkan pada pengembangan lebih lanjut dari sistem yang sekarang sudah ada. Misalnya,rumah sakit sudah memulai Sistem Informasi Billing System pada rawat inap sehingga pengembangan lebih lanjut sebaiknya dimulai dari modul ini. Oleh karena itu,dari kedua subsistem utama rumah sakit,yaitu subsistem informasi medis dan subsistem informasi administrasi dan keuangan,pengembangan yang menjadi prioritas utama dalam jangka pendek adalah subsistem informasi administrasi dan keuangan.

 

Dari subsistem ini,yang terdiri atas 3 subsubsistem yaitu pembayaran pasien,akuntansi rumah sakit dan penganggaran,prioritas utamanya adalah subsubsistem pembayaran pasien karena subsubsistem inilah yang mengendalikan pemasukan bagi rumah sakit. Melalui pengembangan sistem informasi yang baik,dihatapkan kebocoran pemasukan dapat dikurangi bahkan dihilangkan. Kebocoran pemasukan tersebut antara lain lambatnya informasi rekening pasien dari laboratorium ke bagian administrasi keuangan sehingga tagihan rekening pasien baru sampai ke bagian keuangan ketika pasien sudah dipulangkan.

 

Selanjutnya dapat dikembangkansubsistem informasi medis bagian subsubsistem medis dan pelayanan perawatan,sementara secara paralel dapat dapat mulai dikembangkan subsubsistem penganggaran. Setelah itu,subsubsistem penunjang medis dan subsubsistem akuntansi rumah sakit dapat diselesaikan. Dengan demikian,keseluruhan sistem informasi rumah sakit akan dapat dioperasionalkan.

 

Dengan pengimplementasian SIM, sistem pencatatan data administrasi dapat dilakukan dengan cara ”Single Entry”. Artinya suatu data cukup dimasukkan satu kali saja. Setelah itu,semua bagian yang memerlukan dapat menggunakan kapan saja. Dengan cara tersebut,diharapkan akan dapat diperoleh manfaat-manfaat seperti berikut:

 

a. Integritas data. Artinya,suatu data tertentu akan konsisten sama pada semua bagian yang menggunakannya

b. Keterpaduan data. Maksudnya, data dari berbagai macam bagian dapat digunakan bersama-sama dengan saling melengkapi.

c. Standardisasi data. Sistem pengkodean yang sama dan baku diharapkan akan dapat ditegakkan pada semua bagian rumah sakit. Dengan demikian,semua rumah sakit akan menggunakan kode yang sama untuk menunjuk suatu jenis barang yang sama,misalnya.

d. Integrasi data. Dengan implementasi SIM diharapkan semua data rumah sakit akan dapat diintegrasikan menjadi satu kesatuan yang terpadu sehingga semua data menjadi “on line”,siap dipakai oleh semua bagian dan kapan saja,sesuai dengan hak aksesnya.

e. Keamanan data yang lebih baik. Oleh karena semua data ada didalam komputer,maka pengawasannya akan lebih mudah. Hak baca dan tulis,yaitu masalah otorisasi dapat diatur lebih mudah dengan bantuan perangkat lunak komputer.

f. Diharapkan dengan sistem yang sudah terpadu nanti akan dapat dikembangkan kegiatan-kegiatan yang sinergis karena penggalian informasi-informasi yang tersedia dalam komputer.

 

C. Rancangan Tahapan Pengembangan Sistem

 

     Pengembangan SIM sebaiknya dilakukan secara bertahap,selain meringankan biaya pengembangan,sekaligus juga menguji efektivitas sistem. Selain itu,manajemen perlu membangun atmosfer yang menerima dan mau menggunakan SIM di lingkungan pegawai rumah sakit. Oleh karena tak semua orang akan merasa diuntungkan dengan implementasi SIM ,langkah pertahapan yang dilakukan dapat menggunakan berbagai pendekatan,misalnya dimulai dari pengembangan di unit rawat jalan baru yang berkembang ke unit yang lain. Pentahapan juga dapat dilakukan dengan bidang administrasi keuangan terlebih dahulu sebagai unit yang memerlukan dukungan sistem informasi yang baru yang diteruskan ke bidang medis, dan lain sebagainya. Dibawah ini adalah contoh pentahapan yang dimulai di unit rawat jalan terlebih dahulu.

1. Rancangan Tahap 1

Sasaran rencana pengembangan tahap I adalah :

a. Komputerisasi secara mantap sistem informasi instalasi rawat darurat dan poli (rawat jalan)

SIM untuk IRD dan rawat jalan sangat dirasakan untuk segera dikembangkan terlebih dahulu. Dengan dikembangkannya SIM IRD dan Rawat jalan, diharapkan akan dapat memberikan pelayanan kepada pasien menjadi lebbih baik, cepat dan akurat.

b. Komputerisasi secara mantap sistem informasi laboratorium, radiologi dan rehab medis.

c. Komputerisasi secara mantap sistem informasi keuangan.

Pengembangan sistem informasi pada bidang keuangan biasanya penting dan mendesak. Oleh karena itu, sangatlah tepat dan strategis bila hal ini dikembangkan secara tuntas menyelesaikan seluruh kegiatan sistem informasi keuangan.

d. komputerisasi secara mantap sistem informasi pasien

Yaitu pengembangan SIM untuk pencatatan data sosial dan data medis pasien rawat jalan beserta IRD. Dengan demikian, laporan-laporan statistik untuk direksi yang berkaitan dengan dengan data sosial dan data medis pasien sudah dapat dikerjakan secara cepta dan akurat.

e. komputerisasi secara mantap rekam medis

Komputerisasi rekam medis ini mencakup data-data historis medis pasien, yang dicatat dengan metode dan aturan standart  rekam medis. Komputerisasi bagian ini merupakan satu modul tersendiri yang tidak ringan.

f. Komputerisasi farmasi rumah sakit

Komputerisasi bagian farmasi penting dilakukan karena bagian ini merupakan salah satu pos pendapatan utama rumah sakit. Nilai uang pada bagian ini mencapai sekitar 30 persen dari seluruh pendapatan rumah sakit. Dengan demkian, komputerisasi bagian ini harus mendapatkan prioritas untuk segera diselesaikan.

g. Sistem informasi eksekutif

Sistem informasi eksekutif (SIE) merupakan pengembangan sistem informasi untuk pimpinan rumah sakit berdasarkan data-data yang sudah dikomputerkan seperti diatas. Sistem informasi eksekutif adalah suatu sistem informasi berbentuk menu driven untuk digunakan para eksekutif. Sistem ini dirancang dengan pola decision support system (sistem informasi untuk mendukung pengambilan keputusan). Dengan bantuan SIE ini, diharapkan baik direktur maupun para wakil direktur rumah sakit akan dapat menggali dan memperoleh informasi-informasi yang mereka perlukan untuk mendukung pengambilan keputusan yang mereka lakukan. Jelas SIE ini harus dikaitkan dengan sistem informasi global yang antara lain berupa internet. Dengan demikian, sistem informasi ini dapat dimanfaatkan untuk membantu direksi membuat aliansi strategis dengan pihak-pihak lain dalam rangka pengembanagan rumah sakit pada masa yang akan datang.

 

Dengan  sasaran seperti ini diharapkan pada tahap pertama proses yang berkaitan dengan pendapatan rumah sakit sudah dapat dikomputerisasi dengan mantap. Pengembangan modul secara terkait tersebut berarti mengkomputerisasi bidang pelayanan medis bagian rawat inap,instansi rawat darurat poli rawat jalan.

 

2. Rancangan Tahap II

 

Sasaran rencana pengembangan Tahap II:

a. Komputerisasi secara mantap sistem keuangan utama

Ruang lingkup modul ini adalah semua kegiatan yang berkaitan dengan masalah keuangan. Dengan diselesaikannya modul ini maka diharapkan direksi rumah sakit sudah mampu melihat Neraca Keuangan maupun Laporan Sisa Hasil Usaha setiap saat menghendaki. Jadi,direksi akan mempunyai kemampuan untuk,bila diperlukan,setiap saat mengevaluasi realisasi pendapatan dan pengeluaran dibandingkan dengan anggaran yang ada. Demikian juga,bila direksi akan membuat perencanaan strategis,taktis maupun operasional maka data keuangan dalam segala bentuknya dapat dengan cepat disiapkan untuk memberikan dukungan informasi dengan akurasi yang dapat diandalkan.

 

b. Komputerisasi secara mantap Pelayanan Rawat Inap

c. Komputerisasi bagian Bedah Sentral dan UPI

d. Komputerisasi bagian Gizi

e. Komputerisasi Bagian Laundry

f. Komputerisasi SIE

 

Pengembangan SIE akan akan tetap dilanjutkan pada tahap kedua ini mengingat kebutuhan SIE dari setiap bagian dapat menunjang manajerial untuk mengambil keputusan yang tepat dan akurat.

 

Dengan selesainya tahap II ini maka kegiatan utama rumah sakit yang berhubungan dengan keluar sudah diselesaikan. Diperkirakan tahap II ini membuthkan 1,5 tahun. Pada tahap ini perlu dipikirkan kemungkinan penggunaan kartu magnetik sebagai kartu identitas pasien. Kartu ini dapat digunakan sebagai alat untuk memperoleh informasi maupun juga untuk melakukan transaksi yang lain seperti misalnya melakukan pembayaran dan lain-lain. Pembuatan kartu ini bisa dilakukan oleh rumah sakit sendiri ataupun juga melalui kerjasama dengan perusahaan/instansi lain seperti bank ataupun perusahaan asuransi.

 

3. Rancangan tahap III

 

Sasaran rencana pengembangan tahap III adalah :

a. Komputerisasi secara mantap sistem informasi personalia dan umum

Dengan pengembangan sistem informasi personalia yang mantap, tentunya akan dapat menimbulkan kepedulian pihak RS dalam mengatur maupun memperhatikan kesejahteraan para karyawannya, yang pada akhirnya akan dapat pula meningkatkan pelayanan RS.

b. Komputerisasi sistem informasi unit khusus

Komputerisasi bidang – bidang pada unti khusus, antara lain sasio pastoral, litbang, SPI (sistem pengedalian internal), AKPER (Akademi Keperawatan), UPKM (Unit Pengabdian Kepada Masyarakat)

c. Komputerisasi Sistem Informasi Eksekutid yang lebih mantap

 

Diperkirakan pengembangan pada tahap ini memerlukan waktu sekitar 1,5 Tahun. Semua bidang pada dasarnya penting. Kalaupun dilakukan pentahapan maka penyebabnya, selain masalah keterbasan sumber daya baik SDM maupun dana, adalah perlunya dilakukan pendekatan kultural untuk memasyarakatkan teknologi modern kepada personel rumah sakit.

 

Pada tahap ini perlu segera diputuskan rencana penggunaan karu magnetik (semacam kartu kredit) sebagai kartu identitas/pendaftaran pasien, apakah akan dibuat sendiri ataupun dibuat melalui kerjasama dengan perusahaan diluar rumah sakit. Dengan demikian, penggunaan kartu magnetik menjadi bagian dari pengembangan SIM rumah sakit.

 

4. Rancangan pengembangan modul

a. Modul dalam bagian-bagian terkait

Secara garis besar, modul-modul yang dikembangkan dapat dikelompokkan kedalam 3 (tiga) kelompok besar,   yaitu:

· Kelompok modul pelayanan medis

Modul rawat jalan

Modul rawat inap

Modul rawat darurat

Modul rawat intensif

Modul rawat sentral

Modul bedah sentral

Modul SIE

 

· Kelompok modul penunjang medis

 

Modul radiologi

Modul rehabilitasi medis

Modul farmasi

Modul gizi

Modul Laborat

Modul rekam medis

Modul Laundry

Modul SIE

 

· Kelompok modul administrasi dan keuangan

 

Modul logistik

Modul akuntasi

Modul personalia

Modul anggaran

Modul pemeliharaan

Modul penunjang umum/hub luar

Modul auditor/litbang

Modul keuangan

Modul UPKM

Modul SIE

 

Jumlah semua modul yang dikembangkan dalah 23 buah. Setiap kelompok modul tersebut nantinya akan saling berhubungan sehingga dapat membentuk suatu integrasi SIM RS yang menunjang kegiatan dan pelayanan baik pada pelayanan medis, administrasi dan keuangan mapupun pada penunjang medis. Masing-masing modul memiliki tigas aspek yang sama, yaitu pelayanan medis, administrasi dan keuangan, serta kepegawaian.

 

Dalam pengembangan nantinya, dan sesuai dengan rencana tahap-tahap pengembangan SIM RS, ketiga kelompok modul yang ada tersebut dapat dibagi menjadi 3 tahap, yaitu :

Tahap 1

Pelayanan medis : Rawat jalan, rawat darurat

Administrasi & keuangan: Keuangan

Penunjang Medis : Rhap medis, Farmasi, Laborat, Rekam Medis

SIE

Tahap 2

Pelayanan medis : rawat inap, rawat intensif, bedah sentral

Administrasi & Keuangan : Akuntasni, Anggaran, PDE

Penunjang Mendis : Gizi, Laundry

SIE

Tahap 3

Administrasi & keuangan : Personalia, Logistik, Pemeliharaan, Penunjang umum/hubungan luar, Auditor/Litbang, UPKM


Manajemen Sistem Informasi 1

 1. Jelaskan secara lengkap arti Sistem Informasi Manajemen ?

Jawab:

Sistem : suatu susunan yang teratur dari kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dan susunan prosedur-prosedur yang saling berhubungan, yang melaksanakan dan mempermudah kegiatan-kegiatan utama organisasi/institusi.

Informasi : data yang telah diproses/diolah sehingga memiliki arti atau manfaat yang berguna.

Manajemen : kegiatan yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan secara bersama-sama atau melibatkan orang lain demi mencapai tujuan yang sama.

Sistem Informasi Manajemen : jaringan prosedur pengolahan data yang dikembangkan dalam suatu sistem (terintegrasi) dengan maksud memberikan informasi (yang bersifat intern dan ekstern) kepada manajemen, sebagai dasar pengambilan keputusan.

2. Menurut anda apakah kegunaan Sistem Informasi Manajemen bagi umat manusia, temukan Sistem Informasi Manajemen yang dekat pada lingkungan anda, sejauh apa anda berinteraksi dengan SIM tersebut, jelaskan ?

Jawab:

Kegunanaan SIM:

Mengumpulkan dan menyimpan semua aktivitas transaksi pada perusahaan.

Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai.

Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.

Memproses data menjadi informasi yang berguna bagi menejemen.

Mengendalikan kontrol data yang cukup sehingga aset dari suatu organisasi atau perusahaan terjaga.

Penghasil informasi yang menyediakan informasi yang cukup bagi pihak manajemen untuk melakukan perencaan, mengeksekusi perencaan dan mengontrol aktivitas.

SIM yang dekat dengan saya adalah EIS PENS, Sistem ini adalah sistem informasi manajemen dilingkungan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya yang mengelola semua kegiatan manajemen PENS mulai dari kegiatan akademik, kepegawaian, keuangan, jurusan, mahasiswa, SIM Mutu, Perpustakaan, ATK, Spare Part, Dokumen SK, Maintenance and Repair dan lain-lain.

3. Temukan sejarah Sistem Informasi Manajemen pada internet, jangan lupa cantumkan sumbernya.

Jawab:

Mainframe pertama kali hanya bisa memproses satu tugas oleh satu pemakai

1946: ENIAC (Electronic Numerical Integrator and Calculator) was developed

1951: first computer installed by the U.S. Census Bureau

1954: first computer used by G.E.

Di setengah abad terakhir, hardware telah meningkat dalam kapasitas dan kecepatan dan juga pengurangan ukuran yang sangat dramatis.

Aplikasi juga telah meningkat dari program akuntansi sederhana ke sistem perancangan untuk memecahkan suatu permasalahan yang luas.

Komputer pertama kali menggunakan tabung hampa yang ukurannya sebesar ruangan.

Teknologi tabung hampa digantikan dengan chip dan transistor yang terbuat teknologi wafer silikon

Perubahan ini mengakibatkan penurunan biaya produksi yang mendorong ke arah pertumbuhan yang tinggi dalam permintaan komputer

Kenneth dan Jane Laudon mengidentifikasi lima era evolusi sistem informasi manajemen sesuai dengan lima tahap dalam pengembangan teknologi komputasi diantaranya sebagai berikut:

1) Era mainframe dan mini computer pertama dikuasai oleh IBM dan komputer mainframe mereka, komputer ini sering mengambil seluruh ruangan dan memerlukan tim untuk menjalankannya – IBM memasok perangkat keras dan perangkat lunak. Sebagai teknologi maju komputer ini mampu menangani informasi dalam kapasitas lebih besar dan karenanya mengurangi biaya mereka. Seiring berjalannya waktu, mini computer yang lebih kecil dan lebih terjangkau memungkinkan bisnis yang lebih kecil untuk menjalankan pusat komputasi mereka di rumah sendiri.

2) Era Personal Computer (Komputer Pribadi) dimulai pada tahun 1965 sebagai mikroprosesor mulai bersaing dengan mainframe dan minicomputer dan mempercepat proses desentralisasi daya komputasi dari pusat data yang besar ke kantor yang lebih kecil. Dalam teknologi komputer mini akhir 1970 memberikan cara untuk komputer pribadi dan komputer biaya yang relatif rendah yang menjadi komoditas pasar massal, yang memungkinkan perusahaan untuk menyediakan akses karyawan mereka untuk daya komputasi yang sepuluh tahun sebelumnya akan memiliki biaya puluhan ribu dolar. Ini proliferasi komputer menciptakan pasar siap untuk jaringan interkoneksi dan mempopulerkan Internet.

3) Era Jaringan Client/Server Sebagai kompleksitas teknologi meningkat dan biaya menurun, kebutuhan untuk berbagi informasi dalam perusahaan juga tumbuh, sehingga menimbulkan era (client / server) ketiga di mana komputer pada jaringan yang umum mampu mengakses informasi bersama pada server . Hal ini memungkinkan untuk sejumlah besar data yang akan diakses oleh ribuan bahkan jutaan orang secara bersamaan.

4) Era Enterprise Computing diaktifkan oleh jaringan kecepatan tinggi, mengikat semua aspek dari perusahaan bisnis bersama-sama menawarkan akses informasi yang kaya meliputi struktur manajemen yang lengkap.

5) Era Cloud Computing merupakan era terbaru dari sistem informasi menggunakan teknologi jaringan untuk memberikan aplikasi serta penyimpanan data independen dari lokasi, konfigurasi atau sifat perangkat keras. Ini, bersama dengan ponsel berkecepatan tinggi dan jaringan wifi, menyebabkan tingkat baru mobilitas di mana manajer mengakses MIS jarak jauh dengan laptop, tablet PC, dan smartphone.